Menunggu Mu..

Senin, 31 Mei 2010

0 komentar
Apa kau menyadari .. Aku menunggu mu ..

Menunggu itu menyiksa .. Tapi aku menunggu mu ..

Telah sejak tanah mengering hingga kini kembali menggenang hujan ..
Tak lagi ku hitung berapa hari yang terlewatkan ..
Tapi pasti ribuan detik telah mampu membawaku ke bulan ..

Apa kau menyadari .. Aku menunggu mu ..

Ku habiskan sisa malam menemanimu termenung ..
Ku cari sisa hati yang kini kau gantung ..
Tapi semua sepi .. sunyi .. dan kau terus mematung ..

Belum jelaskah pesan yang ku titip untuk mu ..
Ada yang salah .. ada yang pecah .. kita harus bertemu ..

Belum mengertikah engkau pada galau yang ku seru ..
Aku gelisah .. aku resah .. kita harus bertemu ..

Kau hanya memberi ku senyum .. menggenggam tangan ku dan mengecupnya ..
Berlalu pergi tanpa kata .. Kembali aku harus menahan rasa ..

Apa kau menyadari .. Aku menunggu mu ..

Menunggu itu menyiksa .. Tapi aku menunggu mu ..


-31 Mei 2010- 23:25


Untuk Mu

0 komentar
Telah ku ukir dalam prasasti, hingga kelak semesta tahu..
Betapa indah debur suara hati yg kini bertalu..
Tak perlu takut berlari jauh, karna jejakmu akan terukir abadi..
Ku titip pada aurora langit utara ..
Biar dia menggurat senyummu pada dunia..

Kau yang terlalu melekat erat di hati ku ..
Tidurlah dalam buaian biru nan syahdu..
Ku simak alun nada rindu ..

Untuk mu..


-31 Mei 2010-

Suatu sore, dipaksa berpikir cepat untuk membalas comment mas JP di FB.
Jadilah retetan kata ini kurang dari 5 menit. Lalu klik tombol 'comment'
Malamnya, saya di add beberapa orang yang mutual friends dengan mas JP.
Ha ha .. mungkin mereka kira aku 'ada apa-apa' dengan mas JP.
Padahal hanya berbalas comment saja. :)

Kerinduan

Rabu, 26 Mei 2010

0 komentar
Tak ada jingga, tak ada senja

Hanya ada biru yang makin mendayu

Bermain dalam irama denting hati,

Langkah kecil ini berubah jadi lari

Keindahan dan kerinduan

Berkedip kedip, berkelip kelip

Bagai bintang dalam pekat

Berteman bimbang dalam penat

Kerinduan dan kerinduan

-Oktober 2006-

Sekeping Cinta

0 komentar
Bolehkah aku bermimpi..
Menjadi sekeping cinta yang hanyut di samudra..
Biarlah aku tenggelam atau menjadi mangsa..

-Feb ’07-

Bicara Dengan Mu

0 komentar
Bicara dengan mu ..
Ternyata lebih sulit dari sekedar bicara dengan orang bisu..

Bahasa tubuh pun tak mampu kau tangkap utuh..
Hanya sekedar melempar pandang dan berpaling muka..

Aku gemas! Aku cemas!

Bicara dengan mu..
Ternyata lebih sulit dari sekedar mengartikan pesan dari angkasa..

Hingga jarak dan waktu bukan lagi alasan..
Dan wajahmu tetap berpaling namun tanganmu menggenggam erat..

Aku jengah! Aku marah!

Telah ku gempur dinding itu.. Bicaralah..
Telah ku terjang badai itu.. Bicaralah..
Telah ku lawan takut itu.. Bicaralah.. Bicaralah!!

Atau setidaknya.. jangan palingkan wajahmu saat genggam begitu erat .. jangan palingkan wajahmu saat pandangan kita bertemu ..

Aku cemas ..


-malam gerimis, 25 Mei 2010-

True Love ... (pic)

Minggu, 16 Mei 2010

0 komentar

Yang Datang Bersama Angin

0 komentar
kecuali kamu bisu.. aku akan mengajari mu bicara..
mengeja setiap kata, demi lengkapnya ungkap rasa

kecuali kamu buta.. aku akan biarkan mu meraba..
membayang bentuk rupa, demi tergambar dalam benak raga

kecuali kamu tuli.. aku akan tulis setiap kata..
merangkai semua aksara, demi sampainya pesan jiwa

tapi kamu tidak..

kamu sempurna
kamu kaya
kamu merdeka

tak bisu, tak tuli tak buta

maka lihatlah sendiri, rasakan sendiri..

karna untuk ku.. kamu manusia dewasa..

datanglah bersama angin
berhembus sejenak
lalu hilang tanpa jejak...

Pertemuan Malam itu

0 komentar
Tak ada yang berubah dari mu malam itu.
Tidak juga kepulan asap nikotin yang setia menemani.

Kulit mu hangat, sehangat kau berbisik, 'Sehat?'
Aku jawab, 'Iya .. Kamu?'
Senyum.
Hanya itu yang ku dapat.

Langit jadi abu-abu.
Tanpa rembulan tapi deretan awan mendung tipis membawa syahdu.

Kau tawarkan kursi kosong di samping mu.
Aku masih berdiri saja.
Mencoba mencari kornea mu.
Tapi sulit sekali bertemu.

'Aku duduk di sana saja,' aku memecah jeda kosong.
'Kenapa? Sudah tak mau menemaniku,'

Ada yang menggesek dawai biola.
Panjang. Kasar. Miris.

'Ada yang harus ku temani di meja sana,' jawab ku tegas.

'Duduklah di sini, dia tak kan apa-apa di sana sendiri', kata mu dengan santai.

'Tidak', jawab ku.

Aku beranjak menjauh.
Langit abu-abu mulai menangis.
Dingin merayap hingga ke hati. Tak dapat berhenti.

Lelaki yang menunggu ku di meja sana lalu berdiri.
Menyambutku, mengecup pipi ku dan bertanya, 'Kok telat? Kemana dulu?'

'Tadi ketemu teman di depan,' jawabku. Jujur.

'Ohh..' Dia lalu tersenyum dan mengusap lembut kepalaku yang tersiram sedikit gerimis.

Handphone ku bergetar. SMS.
Isinya,

'duduklah di sini, dia tak kan apa-apa di sana sendiri. tapi tidak aku.'

Dan jantung ku beraktivitas lebih cepat.


ArabeLL-a

Senin, 10 Mei 2010

0 komentar







with all that has happened in these years,
we only know that,
we're still together .. stronger than before ..


Hanya Bila Kau ..

0 komentar
Semua bergulir lagi..
Seperti bianglala yang mendebarkan

Beberapa plot menyapa ku lagi..
Berdentang-dentang di kepala, Mengayun-ayun di benak raga..

Tentang sepasang kekasih yang akan terus membangun istana pasirnya

Walau pun ombak akan terus menerjang.
Berangkat dari tragedi dan berani berlari.

Tentang pepatah lama yang membuka mata :
“Kebahagiaan wanita tergantung pada dia mencari pasangan hidupnya”.

Entah tepat atau tidak..



Aku hanya ingin berlari denganmu..


Dalam suka yang kau sebut hiburan
Dalam duka yang kau sebut perjuangan

Aku hanya ingin berlari denganmu.

Tak mau mendengar kanan dan kiriku
Aku tak mau berjanji atau bersumpah..

Aku hanya ingin berlari denganmu..


Hanya bila kau pun ingin berlari
denganku..

-15 Januari ’07-

link for pic

Cepat Pulang

0 komentar
Kembali ku berbisik untuk kau cepat pulang..

Dalam luka saat kau melangkah pergi..

Tak apa, Sayangku..

Ku tahu ini kan baik-baik saja..

Sekawanan merpati seakan bernyanyi

Aku sudah tak punya lagu lagi..

Cepat pulang, setidaknya untuk saat ini..





Dan ku tahu kau pasti kembali


Aku menanti tidak dalam apa-apa..
tidak dengan apa-apa


Aku hanya menunggu dengan segala aku..


Segala yang pernah tumpah di bahumu

Segala yang pernah kau hapus di pipiku


Segalanya, Sayang..
Segala yang kau tahu..



-Desember ’03-

Kepada Yang Tercinta .. Si Jahat

Minggu, 09 Mei 2010

0 komentar

Ini bukan tentang kamu (lagi), Jahat!
Ini tentang kebandelan hati yang tak mau berhenti..
tentang skenario mimpi yang tak terpatuhi..
tentang deret-deret rindu yang terus bernyanyi..

Ini bukan tentang kamu (lagi), Jahat!

Ini tentang kisah - kisah baru yang mencitra diri ..
tentang transitnya rasa untuk kemudian pergi..
tentang gores - gores halus yang meluka hati..

Ini bukan tentang kamu (lagi), Jahat!

Ini tentang aku ..

Menari - nari, ketawa - ketiwi..
Kemudian jatuh, Menghujam bumi ..

-Dalam perjalanan ke Jawa Tengah, 20 Juli 09-

Aku Pamit Pulang..

0 komentar
Aku pamit pulang ..
Bukan untuk istirahat atau sekedar mandi..
Bukan juga untuk tidur..
Aku pulang, untuk bermain..

Bermain lagi dengan tinta-tinta hitam kemenangan..
Tinta-tinta yang menjelma kunci-kunci penjara..
Tinta-tinta yang menggambar sayap di punggung..
Tinta-tinta yang melebur topeng..
-topeng, gaun, sepatu, giwang, kalung, gelang, gelar, dan gelak..

Ini hingar bingar .. barbar..
Aku pusing.. aku muntah.. aku pengap..

Aku ingin pulang .. Aku pamit pulang..
Ingin bermain dengan tinta - tinta ..
Bergurat -gurat bersama malam ..
Berbaris - baris tak ingat tepi ..
Aku pulang ..
Ingin bermain dengan tinta -tinta

-Selepas Sahur, 13 Sept 09-